Warisan Arung Palakka_ Santa Monika Pakpahan _ A011241011
Judul
buku :warisan Arung Palaka
Tahun terbit : 1981
Penulis :Leonard Y. Andaya
Halaman
:459
Arung Palakka adalah seorang tokoh bersejarah penting
dari Sulawesi Selatan, khususnya dalam konteks Kerajaan Bone. Nama
"Arung" dalam bahasa Bugis berarti bangsawan atau raja, sehingga
"Arung Palakka" dapat diartikan sebagai Raja Palakka, merujuk pada
wilayah kekuasaannya di Bone. Ia lahir pada tahun 1634 di Soppeng dan dikenal
sebagai pemimpin yang memimpin Kerajaan Bone pada abad ke-17. Arung Palakka
terkenal karena perannya dalam mengakhiri dominasi Kesultanan Gowa atas Bone
dan berbagai kerajaan lain di Sulawesi Selatan. Dengan bantuan dari VOC
(Belanda), ia berhasil mengalahkan Gowa dalam Perang Makassar (1666-1669), yang
menjadi titik balik penting dalam sejarah politik Sulawesi Selatan.
Beberapa
konflik yang dialami oleh arung palakka yaitu : konversi islam di Sulawesi Selatan,
perang Makassar dan jatuhnya kerajaan Goa, aliansi tak terduga antara Hindia
Timur Belanda dan Bugis Bone mengancam kekuasaan Goa. Ketegangan meningkat
akibat persaingan perdagangan rempah rempah, kekuasaan dan otoritas, inverensi
militer, dan pemberontakan Arung Palakka muncul sebagai pemimpin Bugis yang menentang
Goa, Goa mengalami kekalahan dalam konflik dengan Belanda dan Bugis ketidak
puasan di kalangan Bugis mendorong pemberontkan perang Makasar sendiri
melibatkan antara Goa, Bugis, dan Belanda .
Tindakan
Sultan Hasanudddin menanggapi ancaman
konflik tersebut adalah mengambil langkah untuk mempersiapkan pertahanan goa
terhadap invasi Bone yang akan datang, menolak perang, menghadapi
pemberontakan, menegakkan otoritas . dengan dukungan militer Belanda (VOC)
Bone berhasil mengalahkan gowa dalam
perang Makassar 1666. Kemenangan ini diakhiri dengan perjanjian Bungaya pada
tahun 1667 yang dimana kekuasan gowa
diserahkan kepada tangan kerajaan bone.
Warisan Arung Palaka tidak hanya terbatas pada keberhasilannya membebaskan bone
tetapi juga terpengaruh untuk budaya masyarakat bugis dan Sulawesi Selatan
Arung
Palakka menciptakan kesatuan politik yang berpengaruh di Sulawesi Selatan
hingga abad ke-20. Arung Palakka juga berpengaruh pada adat dan kepemimpinan, Arung
Palakka meninggalkan warisan berupa nilai-nilai kepemimpinan yang berakar pada
adat Bugis, seperti keberanian, kehormatan, dan kebebasan. Arung Palakka
memperkuat kembali Kerajaan Bone sebagai salah satu kekuatan utama di Sulawesi
Selatan. Arung Palakka berhasil menjadikan Bone sebagai kerajaan yang
berpengaruh pada zamannya.
Comments
Post a Comment